Potensi PLTM di Sumut dan Aceh, Peluang Investasi di PLTM di Aceh dan Sumut

Strategi Cerdas Akuisisi Lahan Tanpa Uang

Bahan baku utama bisinis developer properti adalah tanah. Selain tidak dapat diciptakan ulang (oleh yang Maha Kuasa), tanah merupakan komponen harga yang paling besar dibandingkan dengan komponen lainnya, seperti biaya konstruksi, legalitas, pemasaran, dan lain-lain. Karena itu, untuk mengakuisisi suatu bidang lahan (tanah) Anda harus punya strategi khusus. Apalagi bila hal itu harus dilakukan tanpa uang yang keluar dari kantong Anda sendiri.

Contoh Kasus Akuisisi Lahan

Katakanlah dari hasil berburu lahan, Anda punya bakal lahan dan asumsi perhitungan dengan rincian sebagai berikut:

1. Data Harga Tanah

  • Luas tanah                                           500 m2
  • Harga tanah                                        Rp 300.000 ,- /m2
  • Total harga tanah                             Rp 1.500.000.000 ,-    (32%)

2. Total Investasi Proyek                   Rp 4.650.000.000 ,-

3. Asumsi Profit Planning                  Rp  1.300.000.000 ,-    (28%)

Dari data di atas tampak bahwa biaya akuisisi lahan ( Rp 1,5 Milyar) sangatlah besar, yakni 32% dari total investasi proyek. Pertanyaannya, kalaupun Anda punya dana sebesar Rp 1,5 Miliar, apakah Anda akan menggelontorkannya sekaligus untuk menutup biaya akuisisi lahan tersebut? Apakah jawaban Anda?

Menariknya, justru bukan cara seperti itulah yang dilakukan oleh para developer proprti sukses! Lalu, bagaimana cara yang lebih cerdas? Jawabannya, ada beberapa cara. Berikut adalah salah satu cara cerdas akuisisi lahan tanpa uang keluar dari kantong Anda sendiri.

Beli Tanpa Uang dengan Mengundang Investor

Anda mengajak pihak ketiga menjadi investor untuk membiayai proyek. Ada banyak pola pembiayaan oleh investor. Namun, untuk mudahnya, sekarang kita ambil contoh pola pembiayaan 50% dan 100%.

Pada pola pembiayaan yang pertama, investor hanya membiayai 50% dari nominal biaya pembelian lahan, yaitu sebesar Rp 750.000.000 ,-. Dengan begitu, berapa besaran bagi hasil untuk si investor?. Berikut perhitungannya.

Nisbah = (Nilai investasi investor : Nilai total investasi proyek) x 100%

= (750.000.000 : 4.650.000.000) x 100%

=  16%

Kalau suku bunga deposito bank berkisar 7%, nisbah sebesar itu tentunya cukup menarik. Namun angka itu buykanlah harga mati. Agar investor tertarik, Anda bisa saja menaikkan nisbah tersebut hingga 20%, tergantung kondisi negosiasi yang anda hadapi. Katakanlah kemudian tercapai kesepakatan pada proporsi 80 : 20, maka:

- Anda akan mendapatkan:                 80% x Rp 1.300.000.000 ,-

=   Rp  1.040.000.000 ,-

- Investor akan mendapatkan:           20% x Rp 1.300.000.000 ,-

=  Rp 260.000.000 ,-

(catatan: Rp 1.300.000.000 adalah asumsi profit planning)

Dengan demikian, tingkat pengembalian investasi (dalam satu tahun) yang diterima oleh investor adalah 34,67% (yakni 360 juta : 750 juta x 100%). Artinya, selisih dengan suku bunga deposito bank adalah 27,67% (yaitu 34,67% – 7%).

(bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>