Hydropower Energy

Potensi Bagus PLTM di Sulawesi Tengah

Kami telah melakukan studi potensi energi tenaga air (hydropower) di provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di kabupaten Donggala. Lokasi potensial untuk PLTM ini terletak di suatu wilayah pegunungan yang sangat ideal untuk skema More »

Saat Terbaik Investasi di Pembangkit Listrik Tenaga MiniHidro – PLTM

Investasi Anda kembali dalam 4 tahun, 11 tahun selanjutnya menuai net profit Indonesia memiliki Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sangat besar diantaranya,mini hydro sebesar 450 MW, Biomass 50 GW, energi surya More »

PPA – Kontrak Jual Beli Listrik PLTM dengan PLN

Tentang PPA Dalam proses implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM), ada satu tahap yang terpenting bagi para pengembang maupun investor yaitu tahap PPA (Power Purchase Agreement) atau Kontrak Jual Beli Listrik antara More »

Cara Menghitung Tenaga Listrik PLTA / PLTM

Percepatan Gravitasi Bumi Tidaklah Selalu 9.81 m/detik kuadrat Gravitasi merupakan sifat percepatan pada bumi yang menghasilkan benda jatuh secara bebas. Percepatan gravitasi pada setiap tempat di permukaan bumi tidaklah sama. Di equator More »

Potensi Sungai untuk PLTM di Sumut dan Aceh

Kini semakin banyak investor, lokal maupun asing, yang berminat menanamkan modalnya di proyek-proyek energi di Indonesia, khususnya jenis energi baru dan terbarukan (EBT). Hal ini berkat komitmen pemerintah untuk sepenuhnya mendukung pengembangan More »

 

Potensi Bagus PLTM di Sulawesi Tengah

potensi pltm di sulawesi tengah

Kami telah melakukan studi potensi energi tenaga air (hydropower) di provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di kabupaten Donggala. Lokasi potensial untuk PLTM ini terletak di suatu wilayah pegunungan yang sangat ideal untuk skema PLTM dengan High Head, yang mana dengan tersedianya head (tinggi jatuh) yang tinggi memungkinkan pembangkitan listrik dengan sangat optimal dengan biaya investasi yang rendah.

Tinggi jatuh (head) yang tersedia mulai dari 100 meter hingga 300 meter. Adapun debit sungainya juga sangat bagus, walaupun saat musim kemarau debitnya masih stabil. Lagipula airnya sangat jernih dan dingin sejuk yang menandakan bahwa kondisi lingkungan daerah aliran sungai (DAS) terjaga dengan baik. Anda bisa melihat fakta-fakta ini dari foto-foto yang telah kami dokumentasikan.

Strategi Investasi di Energi Tenaga Air (PLTM)

Strategi investasi di PLTM dan tipe-tipe Investor

Photo0006_thumb.jpgInvestasi di bidang pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau hydropower, baik pada skala PLTA besar, PLTA Minihidro (PLTM), ataupun PLTA Microhidro (PLTMH) selalu menarik bagi para investor din bidang energI. Alasan utamanya, karena dunia saat ini menyadari bahwa sumber energi fosil (minyak bumi, batubara, gas) akan segera habis stoknya dan setiap negara kini mengembangkan program pendayagunaan energi baru dan terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan, sebagai pengganti bahan bakar fosil.

Diantara sumber EBT tersebut, tenaga air (hydropower) adalah yang paling banyak diminati oleh para investor karena tersedia berlimpah dan teknologinya relatif mudah dikuasai, serta cashflow investasinya lebih disukai oleh para investor, dimana BEP nya lebih cepat tercapai (lebih cepat balik modal) dan biaya operasional dan pemeliharaannya sangatlah murah.

Pada prakteknya, yang sering saya jumpai di lapangan ada beberapa jenis investor di bidang ini, intinya adalah sebagai berikut:

  1. Investor ideal, yang memulai langkahnya mulai dari awal: ijin prinsip, pre-FS, Feasibility Study (FS), PPA sampai dengan konstruksi dan operasional PLTM.
  2. Investor oportunis, yang mengurus ijin prinsipnya saja, atau sampai ke PPA, lalu menjualnya kepada investor lain
  3. Investor ekuitas, yakni mereka yang hanya mau beli jadi FS atau beli PPA dari pengembang/investor lain, lalu membangun dan mengoperasikan PLTM itu; atau akan menjualnya lagi.

Perencanaan PLTM – Mini dan Mikro Hidro

perencanaan pltm minihidro indobangun.tkKini semakin banyak investor lokal dan asing yang ingin mengembangkan PLTM di  Indonesia karena memang banyak lokasi yang sangat potensial dan ideal. Dalam kegairahan ini, peran para konsultan perencana PLTM amatlah vital sehingga diharapkan mereka benar-benar menguasai dan memahami  kriteria perencanaan yang benar untuk merancang PLTM. Ada baiknya petunjuk dan saran-saran dari pakar hydropower Anda perhatikan.

Dalam perencanaan PLTA (pembangkit listrik tenaga air) berkapasitas kecil (Small Hydropower Plant), termasuk Mikro Hidro dan Mini Hidro (PLTM), Prof.Dr. E. Mosonyi, pakar tenaga air legendaris asal EropaTimur, berpendapat:

  • Perkataan Mikro atau Mini tidak berarti bahwa untuk perencanaan dan pelaksanaan diperlukan juga otak “mikro”, tetapi sebaliknya: PLTM membutuhkan sarjana teknik yang mempunyai pengetahuan yang tinggi.

Potensi Besar Listrik Tenaga Air di Aceh Tenggara

indobangun energy potensi sungai di aceh tenggara untuk pltm

Kementrian ESDM telah mengidentifikasi bahwa wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) adalah gudangnya energi terbarukan seperti panas bumi, angin, dan air / hidro. Sayangnya, potensi energi yang besar itu sebagian besar masih belum banyak dimanfaatkan.

Kini saya tampilkan satu lagi potensi sungai yang sangat bagus untuk dikembangkan sebagai pembangkit listrik tenaga air, baik PLTA ataupun PLTM. Lokasinya berada di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Hasil dari survey yang kami lakukan ialah data potensi sebagai berikut:

  • Debit rencana sungai            :    51  m3/dt
  • Gross Head                          :   60 meter
  • Lebar sungai                        :    20 meter
  • Rencana Daya                      :    24 MW
  • Rencana Energi Tahunan        :  166 GWh

Hydropower is Largest Renewable Energy

indobangun energy hydropower renewable energy pltm

Definition of Hydropower

Hydropower or “water power” can be defined as the potential energy contained in water at a height. Water constantly moves through a vast global cycle (Figure 1), evaporating from lakes and oceans, forming clouds, precipitating as rain or snow, then falling back to the ocean. The energy of this cycle can be tapped to produce electricity or for mechanical tasks like grinding grain. One third of the solar radiation reaching the Earth is responsible for running of the hydrologic cycle. Therefore, the energy of water never fails to be replenished. Because the hydrologic cycle is a never ending system, hydropower is considered a renewable energy. Indeed, it is the largest renewable resource used for electricity generation.

Saat Terbaik Investasi di Pembangkit Listrik Tenaga MiniHidro – PLTM

indobangun energy investasi di pltm dan pltmh

Investasi Anda kembali dalam 4 tahun, 11 tahun selanjutnya menuai net profit

Indonesia memiliki Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sangat besar diantaranya,mini hydro sebesar 450 MW, Biomass 50 GW, energi surya 4,80 kWh/m2/hari, energi angin 3-6 m/det dan energi nuklir 3 GW. Data potensi EBT terbaru disampaikan oleh Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi dalam acara Focus Group Discussion tentang Supply-Demand belum lama ini.

Saat ini pengembangan EBT mengacu kepada Perpres No. 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam Perpres disebutkan kontribusi EBT dalam bauran energi primer nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 17% dengan komposisi Bahan Bakar Nabati sebesar 5%, Panas Bumi 5%, serta Biomasa, Nuklir, Air, Surya, dan Angin 5%, kemudian,  batubara yang dicairkan sebesar 2%. Untuk itu langkah-langkah yang akan diambil Pemerintah adalah menambah kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Mikro Hidro menjadi 2,846 MW pada tahun 2025, kapasitas terpasang Biomasa 180 MW pada tahun 2020, kapasitas terpasang angin (PLT Bayu) sebesar 0,97 GW pada tahun 2025, surya 0,87 GW pada tahun 2024, dan nuklir 4,2 GW pada tahun 2024. Total investasi yang diserap dalam pengembangan EBT (Renewable Energy) sampai tahun 2025 diproyeksikan sebesar 13,197 juta USD.

Krisis Listrik di Aceh Berlanjut

Listrik CityNight

Aceh Defisit Listrik

Seperti Sumut, wilayah Aceh (NAD) juga mengalami krisis listrik. Solusi yang diambil pun sama saja, yakni menyewa genset. Pihak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyampaikan krisis listrik terjadi di Aceh dalam beberapa waktu terakhir disebabkan berkurangnya pasokan dari pembangkit di Sumatera Utara. Beberapa mesin pembangkit yang dikelola PLN mengalami kerusakan, makanya terjadi pemadaman tidak terencana,” demikian kata General Manager PT PLN (Persero) Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sulaiman Daud pada 23 September 2013.

 Selama ini, kebutuhan listrik di Aceh dipasok melalui dua sistem, pertama melalui jaringan interkoneksi Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 252 megawatt (MW) dan kedua adalah melalui pembangkit listrik sistem isolated yang ada di Provinsi NAD, yakni 99 MW. Sementara beban puncak  pemakaian listrik di Provinsi Aceh mencapai 351 MW. Menurut data PLN Wilayah NAD pelanggan PLN di Aceh sekarang sudah 1,1 juta. Sebanyak 95% diantaranya adalah rumah tangga.

PPA – Kontrak Jual Beli Listrik PLTM dengan PLN

Thermorema tyrolean weir

Tentang PPA

Dalam proses implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM), ada satu tahap yang terpenting bagi para pengembang maupun investor yaitu tahap PPA (Power Purchase Agreement) atau Kontrak Jual Beli Listrik antara pengembang PLTM dengan PT. PLN. Dengan telah ditetapkannya PPA maka ada jaminan bahwa listrik yang akan dihasilkan oleh PLTM (atau PLTA) tersebut pasti akan dibeli oleh PT. PLN dengan harga yang telah ditetapkan sesuai dengan Peraturan Pemerintah. Jangka waktu PPA untuk PLTM ialah selama 15 (lima belas) tahun.

Dengan dasar PPA inilah maka para pengembang PLTM berani melaksanakan konstruksi fisik PLTM. Syarat utama untuk memperoleh PPA bagi pengembang PLTM adalah izin prinsip dari kepala daerah tempat PLTM tersebut akan dibangun dan adanya Studi Kelayakan (FS) pembangunan PLTM tersebut yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh PT. PLN – jadi bukan sembarangan Studi Kelayakan. Adalah fakta di lapangan bahwa banyak kasus terjadinya Studi Kalayakan yang tidak layak kontennya (yang dibuat oleh konsultan yang tidak layak), atau yang umum dikenak sebagai “FS abal-abal”.

Potensi Bagus untuk PLTMH di Gayo Lues NAD

indobangun energy potensi pltm di gayo lues aceh

Atas permintaan para investor yang merupakan mitra kerja, kami telah dan sedang melakukan studi identifikasi dan studi kelayakan (feasibility study) terhadap potensi Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM atau PLTMH) maupun PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) di wilayah Sumatera Utara dan Aceh (NAD). Memang kedua wilayah tersebut merupakan gudangnya energi nasional (di Indonesia) menurut Kementrian ESDM (lihat Peta Potensi Energi Nasional yang dirilis oleh Kementrian ESDM).

Kini kami membuka kesempatan investasi kepada Anda, para investor,  satu lokasi dengan potensi yang sangat bagus di Kabupaten Gayo Lues, Aceh (NAD). Data teknisnya adalah sebagai berikut:

Debit rencana:                        10  m3/detik

Lebar sungai  :                         14  meter

Gross Head     :                       150  meter

Kapasitas Pembangkitan:    10  Mega Watt (MW)

Energi per tahun :                    87  Giga Watt-hour (GWh)

Jalur transmisi PLN :            100  meter

Energi Mini dan Mikro Hidro Masih Butuh Investor

samina_original_structure

PLTM Makin Menjanjikan

Menurut Gerhard Fischer, Managing Director PT Entec Indonesia, energi mini dan mikro hidro sangat menjanjikan di masa depan, tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk dunia. Sebab, menggunakan energi mini dan mikro hidro sama artinya dengan menjaga kelestarian alam karena kapasitas listrik dari PLTM / PLTMH ditentukan oleh keberadaan air. Makin besar debit dan beda tinggi air yang diterjunkan, makin besar tenaga listrik yang dihasilkan.

Agar pasokan listrik tetap terjaga, masyarakat harus melestarikan hutan di sekitarnya agar air sungai selalu tersedia. Sementara itu, penambangan dan penggunaan energi dari fosil menghasilkan polusi. Ongkos yang ditanggung dari pencemaran lingkungan jauh lebih tinggi daripada membangun PLTMH, apalagi pada pengoperasiannya PLTMH relatif sangat murah.

Menurut Eddy Permadi, pengusaha turbin mikro hidro yang sering mendukung proyek pemerintah dalam menyalurkan listrik pada desa-desa terpencil, pembangunan PLTMH membutuhkan biaya sekitar Rp 15 juta per 1.000 watt. Biasanya masyarakat desa hanya membutuhkan 50 watt per keluarga.